Catatan Pertandingan Minggu Ke-7 Musim 2012-2013

16 Dec

DAL @ BOS 12 DESEMBER 2012

CELTICS (117) vs MAVERICKS (115)

Sumber: aolsportingnews.com

Sumber: aolsportingnews.com

“I’m not close.” Demikianlah yang dikatakan Dirk Nowitzki kepada Dallas News ketika ditanya tentang kemungkinannya untuk kembali ke lineup Mavericks. Dirk sudah tak bermain sejak Oktober karena operasi lutut kanannya.

Well, Dirk….at least your team is close to winning this game. Close, but not yet.

CAPTAIN O MY CAPTAIN

Terimakasih kepada Bapak Kapten yang kali ini menumpulkan poin sebesar nomor punggungnya. Tiga puluh empat poin dari pemain berusia 35 tahun! Saya rasa ini adalah saat yang tepat untuk menyanyikan “Forever Young” milik Alphaville. Tapi ada satu hal yang lebih luar biasa daripada “sekedar” perolehan 34 poin Pierce. Ketika Bapak Kapten membuat poin terakhirnya di akhir overtime pertama, maka itu adalah poin milik Pierce yang ke-23.000. Artinya, Pierce ada di urutan 25 untuk NBA’s all-time scoring list.

Sekali lagi, mari kita menyanyikan “Forever Young” milik Alphaville.

Forever young…I want to be forever young…(saya lupa lirik lanjutannya).

TURNOVERS

Saya heran dengan banyaknya turnover Mavericks. Tapi saya senang dengan hal itu. Saya makin girang ketika tahu bahwa total turnovers Mavericks adalah 28. Makin dan makin girang lagi ketika tahu bahwa jumlah poin yang tercipta gara-gara 28 turnovers tersebut adalah 34 poin. Coba bandingkan dengan jumlah turnovers Celtics yang “hanya” 13. Dari 13 turnovers Celtics, tim lawan “hanya” bisa membuat 17 poin. Berita bagus, bukan?

Jadi apakah hal ini bisa dibilang sebagai “the return of our long lost defense”? Saya rasa terlalu cepat untuk membuat kesimpulan tersebut. Tapi paling tidak, kita masih punya nafas untuk bermain defense.

RONDO DAN 52 MENIT

Rondo bermain 52 menit dan bahkan bermain di hampir keseluruhan double overtime. Doc mengakui bahwa ini adalah keputusan yang salah. Menurutnya, menit bermain Rondo membuat ritme permainan tim terpengaruh. Dengan kata lain, aliran bola tidak selancar yang seharusnya. Bahkan Pierce juga mengakui bahwa Celtics membebani Rondo dengan terlalu banyak tanggungjawab di 52 menit permainannya.

Tim ini diisi oleh banyak pemain veteran, SATU point guard murni, dan para rookie yang masih perlu banyak belajar. Tiga faktor tersebut membuat strategi pengaturan menit bermain menjadi sangat penting. Di musim ini saya melhat bahwa Doc dan tim kepelatihan belum punya formula yang pas untuk pengaturan menit bermain. Semoga Doc dan kawan-kawan cepat menemukan formula terbaiknya. Semoga.

BOS @ HOU 14 DESEMBER 2012

ROCKETS (101) vs CELTICS (89)

Kali ini saya tidak akan membicarakan tentang statistik pertandingan ataupun kenapa menurut saya Celtics bisa kalah. Ada hal yang lebih penting dari itu semua. Di pertandingan ini, kejadian paling penting terjadi ketika waktu permainan yang tersisa tinggal 15 detik. Ketika KG berjalan menuju Kevin McHale (coach dari Rockets), memeluknya sambil mengatakan sesuatu, dan akhirnya membuat Mchale menangis di pelukan Garnett.

Saya akan beri tahu kenapa kejadian itu penting.

Jay King, seorang penulis dari Masslive pernah menulis “To Kevin Garnett, wins are a beautiful elixir.” Kemenangan memang adalah seperti obat mujarab bagi KG. Bagi KG, memperoleh kemenangan adalah mutlak. Kemenangan adalah alasan kenapa KG sering membentur-benturkan kepalanya ke bantalan pelindung ring. Kemenang adalah alasan KG untuk bangun jam 5 pagi di offseason untuk berlari sepanjang pantai di dekat tempat tinggalnya. Kemenangan adalah alasan kenapa KG sering berteriak-teriak kepada lawan, teman satu tim, bahkan kepada dirinya sendiri di lapangan. Semua dia lakukan demi memperoleh kemenangan.

Tapi dalam pertandingan ini, KG mengajarkan kepada kita bahwa ada yang lebih penting dari kemenangan.

Sebelumnya, ijinkan saya untuk memberitahu siapakah Kevin McHale bagi Kevin Garnett.

KG adalah salah satu pemain NBA yang tidak pernah bermain untuk tim universitas manapun. Dia di-draft NBA langsung dari high school. Sama seperti Lebron James dan Kobe Bryant. Kevin McHale adalah salah satu jajaran eksekutif Minnesota Timberwolves yang bertanggungjawab membawa KG ke NBA pada tahun 1995. KG dan McHale bersama membangun Minnesota TImberwolves selama 12 tahun masa karir KG di tim tersebut. Bahkan KG sempat merasakan kepelatihan KM di Timberwolves (meskipun masa kepelatihan tersebut singkat). Kevin Mchale adalah mantan pemain Celtics pada posisi power forward. Posisi yang sama seperti yang sedang dilakoni KG saat ini bersama Celtics. Dia pernah bermain bersama Larry Bird dan bahkan berhasil mendapatkan 3 cincin kejuaraan. Bahkan dikatakan, McHale pulalah yang bertanggungjawab terhadap trade KG ke Celtics di tahun 2007.

Kevin McHale baru saja kehilangan seorang putrinya yang meninggal akibat penyakit Lupus. Alexandra “Sasha” McHale meninggal pada usianya yang hanya 23. Beberapa hari setelah meninggalnya Sasha, terjadilah peristiwa penembakan di Newtown. Peristiwa penembakan yang membunuh 26 orang (20 di antaranya adalah anak-anak). Peristiwa penembakan yang terjadi di hari yang sama dengan hari pertandingan Celtics-Rocket. Saat pertandingan ini terjadi, Amerika (dan dunia) sedang bersedih. Seorang reporter bahkan menulis “America is in the mood to hug their children.” KG memiliki seorang anak perempuan. Pelukan KG kepada McHale adalah pemberian simpati dari seorang ayah kepada seorang ayah lainnya. Ketika KG berjalan menuju McHale, dia seakan tak peduli bahwa pada saat itu Celtics sedang kalah. Ada sesuatu yang lebih penting daripada hal tersebut. KG mengajarkan kita bahwa kekeluargaan dan persahabatan adalah jauh lebih penting daripada ambisinya. Saat itu, seorang Celtic sedang memeluk seorang Celtic lainnya.

Once a Celtic, always a Celtic.

BOS @ SA 14 Desember 2012

SPURS (103) vs CELTICS (88)

Sumber: redsarmy.com

Sumber: redsarmy.com

Kalah dua kali berturut-turut itu pedih, jenderal. Apalagi ketika tahu si jenderal kancil (Rajon Rondo) hanya membuat 6 poin dan hanya 9 assist. Dua hal yang perlu disyukuri adalah konsistensi Pierce dan naiknya performa Jet Terry. Mereka berdua, masing-masing membuat 18 poin.

QUARTER EMPAT ADALAH KOENCI

Ya benar, quarter empat adalah kunci kemenangan di pertandingan ini. Tapi sayangnya, bukan kemenangan untuk Celtics. Spurs memulai quarter empat dengan kecepatan penuh dan meninggalkan perolehan angka Celtics sebesar 19-6. Tony Parker menggila dengan 22 poin dan Gary Neal dengan 20 poin. Entah kenapa saya merasa keadaannya sama seperti saat tiap kali kita melawan Milwaukee. Sebab Spurs dan Bucks sama-sama bermain dengan double point guard. Padahal, Celtics adalah tim yang kekurangan point guard. Sepertinya doa untuk kesembuhan Avery Bradley harus makin kencang kita panjatkan.

Berdoa…mulai!

Selesai!

DUNCAN

Duncan selalu merupakan ancaman bagi tim manapun. Tapi anehnya, saya sering tak takut dengan center atau power forward tim lawan. Tim dengan guard sebagai pemain elite lebih menakutkan bagi saya. Paling tidak, hal tersebut terbukti di pertandingan ini. Duncan hanya membuat 6 poin. Hanya saja, rebound Duncan merajalela. Celtics perlu sekali memperbaiki rebound kalau ingin bertahan di playoff (atau bertahan sampai playoff). Sulinger sempat dikatakan sebagai  jawaban atas doa Celtics untuk pemain yang solid dalam hal rebound. Saya percaya akan hal itu. Tapi dengan kepergian Darko (center), maka ada satu spot kosong yang harusnya bisa diisi oleh pemain veteran yang solid dalam hal rebound.

Siapa yang menurut teman-teman cocok untuk mengisi spot yang ditinggalkan Darko?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: