Catatan Minggu Ke-6 Musim 2012 – 2013

10 Dec

MIN @ BOS 5 Desember 2012

CELTICS (104) vs TIMBERWOLVES (94)

Pada musim kemarin, kemenangan dari Timberwolves menjadikan Celtics tim terbaik di divisi Atlantic dan memastikan tempat di babak play-off. Kali ini, meski tidak memiliki dampak pada posisi tim, Celtics kembali meraih kemenangan dari tim yang dulu memberikan Kevin Garnett tiket pertamanya memasuki NBA. Meski secara pribadi saya tidak menganggap ini adalah pertandingan penting, tapi media berulang kali menyebutkan pertemuan dua tim ini sebagai ‘duel of the kevins’ (pertempuran antara dua kevin) antara Kevin Love (power forward kebanggaan Wolves) dengan KG, dan sepertinya menantikan hari dimana Love muncul sebagai juaranya. Love masih harus bersabat karena Celtics berhasil menjaga keunggulan 10 angka hingga pertandingan berakhir melalui 18 angka KG dan Pierce serta 11 assist dari Rondo.

Image
sumber: redsarmy.com

STEAMBOAT RETURNS
Greg Stiemsma kembali ke tim yang telah membesarkannya, tapi kini sebagai pengunjung (ia bahkan mendapatkan locker paling besar yang biasanya disiapkan untuk pemain terbaik tim lawan seperti Lebron James dan Kobe Bryant). Steamboat – julukan yang diberikan oleh para penggemarnya, adalah pemain yang memulai karir NBA-nya di Boston Celtics pada musim kemarin setelah mendominasi NBA D-League dengan permainan defense-nya dan mendapatkan kesempatan menjadi cadangan KG karena kondisi kesehatan Jermaine O’Neal dan Chris Wilcox. Greg juga merupakan alumni KG-University (baca post sebelumnya tentang ini🙂 ). Meski tidak ada perayaan khusus atas kedatangannya, Greg Stiemsma mendapatkan sambutan paling penting bagi seorang alumni Boston Celtics di TD Garden: rangkulan dari Kevin Garnett – sang mentor. Once a Celtic, always a Celtic, Greg!

BOS @ PHI 7 Desember 2012

SIXERS (95) vs CELTICS (94)

Entah kenapa Sixers terus menjadi hambatan bagi tim yang kini berisikan pemain veteran sekelas Kevin Garnett, Paul Pierce dan Jason Terry. Apakah karena raut muka mengenaskan milik Thaddeus Young dan Jrue Holiday yang membuat Rondo tidak tega menghabisi mereka di lapangan? Atau karena potongan rambut mullet milik Spencer Hawes yang membawa seluruh pemain menaiki mesin waktu ke era 90-an? Tidak jelas. Yang pasti untuk kesekian kalinya, Sixers berhasil mengalahkan Celtics melalui permainan Evan Turner (siapa?) di detik-detik terakhir babak overtime dan unggul 1 angka hingga pertandingan selesai.

Image
sumber: nba.com

TRIPLE-DOUBLE + AIRBALL = LOSS
Meski Paul Pierce memasukkan 27 angka dan Rondo berhasil mencatatkan triple double (16 angka, 13 rebound, 14 assist), tapi pemain lain di tim Boston tidak memberikan kontribusi penting; Brandon Bass hanya melakukan 1 kali field goals attempt (dan gagal), Courtney Lee melakukan tembakan 3 angka yang berakhir dengan air-ball pada 25 detik sebelum overtime selesai dan Jason ‘JET’ Terry hanya memasukkan 1 dari 12 field goals attempt. Sebagai penutup, Rondo bahkan gagal memasukkan tembakan terakhir (yang bisa menyelamatkan Celtics dari kekalahan) karena (kelihatannya) terpeleset saat memutuskan untuk melepaskan tembakan daripada melakukan lay-up (yang belakangan ia akui merupakan pilihan yang lebih tepat bisa ia lakukan).

PHI @ BOS 8 Desember 2012

CELTICS (92) vs SIXERS (79)

Panas. Paling tidak itu adalah kata yang cocok menggambarkan suasana di tim Celtics sejak pertandingan ini dimulai. Bagaimana tidak? Sebagai seorang penggemar saja, saya tidak menganggap Philadelphia Sixers sebagai sebuah tim yang layak diperhitungkan, bagaimana dengan para pemainnya? Sejak awal, kita bisa menyaksikan bagaimana Celtics begitu berniat menghancurkan tim yang tidak lagi diperkuat oleh Andre Iguodala tersebut. Ada momen dimana Rondo menepis keras tangan Jrue Holiday yang berusaha menjaganya, dan entah ada hubungannya atau tidak tapi hingga pertandingan berakhir, Holiday ‘hanya’ memasukkan 4 dari 11 field goals dan mencatatkan 11 angka. Sementara itu, Evan Turner (yang pada pertandingan sebelumnya menjadi penyelamat dan pencetak angka tertinggi dari Sixers) juga ‘hanya’ menyumbangkan 13 angka. Bermain dengan motivasi yang sangat tinggi, Celtics berhasil unggul 20 poin hingga akhir quarter kedua dan Sixers sama sekali tidak berhasil mengejar ketinggalan hingga pertandingan berakhir.
Image

sumber: redsarmy.com

GREEN MACHINE
Pertandingan kali ini mencatatkan begitu banyak hal positif, namun yang paling menarik adalah penampilan Jeff Green dengan 16 angka. Selain memiliki persentase 3 points yang semakin baik, Green melakukan 3 dunk dan salah satunya merupakan alley-oop dari Rajon Rondo. Selain itu, para penggemar juga bisa menyaksikan bagaimana Brandon Bass dan Jared Sullinger memainkan peran mereka dengan sangat baik melalui tembakan perimeter dan rebound. Kevin Garnett bermain sangat konsisten dalam pertandingan ini, memasukkan 9 dari 11 field goals attempt.

*) apologies for less-depth-analysis in this post, bench-writer is filling in for the original writer who’s temporary on leave🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: