KG University Pt.1

14 Nov

Belajar dari salah satu pemain terbaik NBA saat ini: Kevin Garnett.

Kenyon Martin meradang. Musim reguler 2012/2013 NBA sudah bergulir namun belum ada satupun tim yang memintanya bergabung. Melalui wawancara dengan Yahoo! Sports, K-Mart menyuarakan kebingungannya sambil mempertanyakan apakah dirinya memang seburuk yang orang lain bayangkan. “Ada anggapan bahwa aku tidak bisa diatur, aku memang emosional tapi itulah diriku yang sebenarnya,” ujar Kenyon untuk memperjelas bahwa kebiasaannya untuk mengutarakan pendapat mungkin menyebabkan ia masih menganggur.

Kenyon bukan satu-satunya pemain NBA yang belum mendapatkan tim. Delonte West baru saja kembali tidak memiliki pekerjaan setelah dipecat oleh Dallas Mavericks saat musim NBA baru mulai bergulir akibat dua insiden dengan tim dan jajaran pelatih. Gilbert Arenas, yang terkenal berkat kasus senjata api di ruang ganti tim lamanya (Washington Wizards) kini bahkan sedang mencoba peruntungannya di liga basket profesional Cina karena tidak kunjung mendapatkan kontrak di NBA. Sementara Allen Iverson, mantan bintang 76ers yang berhenti dari Grizzlies & Nuggets setelah berseteru dengan pelatih dari kedua tim tersebut, masih berjuang untuk kembali ke NBA.

Lain halnya dengan Kevin Garnett yang meski dikenal dengan ‘trashtalk’ yang kasar selama berada di lapangan (Charlie Villanueva menuduh Garnett menyebut dirinya penderita kanker sedangkan Joakim Noah menganggap KG sangat kejam terhadap pemain muda), diminta untuk menunda rencana pensiun dan kembali bermain untuk Boston Celtics paling tidak selama tiga musim berikutnya. Danny Ainge menyadari bahwa KG adalah pondasi dari rencana masa depan tim yang berusaha untuk memenangkan gelar juara untuk ke-18 kalinya.

Being a team player

Kevin Garnett tidak memusingkan apabila media membesar-besarkan perilakunya yang diartikan negatif oleh orang lain. Ia hanya memperdulikan apa yang dikatakan rekan satu timnya dan pikirannya hanya tertuju pada satu hal: menjadi juara NBA. Saat ini, sementara Celtics sedang berusaha menemukan bentuk permainan mereka, keberadaan KG menjadi semakin penting. Rajon Rondo (point guard Celtics) bahkan mengatakan kondisi lapangan menjadi ‘pure chaos'(kacau balau) bila KG ditarik keluar lapangan untuk beristirahat.

Tidak berhenti di pertandingan, Garnett juga dikenal sebagai sosok yang tidak pernah meremehkan latihan. “Kami melakukan latihan layaknya bertanding,” ujar Garnett yang kemudian dikonfirmasi oleh Jason Terry yang merupakan anggota terbaru Celtics. “Sejak aku bergabung, budaya yang kami lakukan adalah datang, terima peran yang diberikan dan melakukannya sebaik mungkin, serta berlatih sekuat tenaga selama dua jam.” Tidak ada istilah ‘hanya latihan’ dalam kamus KG, dan itu adalah sesuatu yang dipahami oleh siapapun yang berada di sekitarnya.

Satu hal lain yang unik soal KG adalah keinginannya untuk berbagi pengalaman dengan para pemain muda, namun ia hanya memberikan satu kesempatan bagi mereka yang berminat. Doc Rivers berulang kali berkata bahwa para pemain baru yang memiliki postur tinggi atau bermain di posisi yang sama dengan KG memiliki peluang untuk mendapatkan asuhan dari salah satu pemain terbaik di NBA saat ini. Pemain baru Celtics yang sedang menjadi ‘murid’ KG adalah Jared Sullinger dan Fab Melo, sedangkan para ‘alumni’ yang berhasil mengembangkan diri adalah Ryan Hollins (kini bermain untuk LA Clippers), Greg Stiemmsma (Minnesota Timberwolves) dan Semih Erden yang kini bermain di liga basket Turki.

Keyon Dooling, mantan rekan satu tim KG di Boston Celtics, berkata bahwa Garnett adalah pemain basket terbaik dari generasinya karena caranya memahami permainan basket dan perannya dalam memotivasi pemain lain.

Kevin Garnett has motivated more players to get better than any other player in our time because of the way he approaches the game and how he talks to them. But he’s not doing it to belittle them, he’s doing it to drive himself. Kevin is awesome. I love that guy to death.” – Keyon Dooling, melalui sebuah wawancara dengan Jessica Camerato dari CSNNE.

1st class: Attitude 101

Kenyon Martin dan Delonte West bukanlah pemain kelas rendah; secara statistik, keduanya mencatatkan hasil yang baik dan akan membantu tim manapun memenangkan pertandingan. Namun keberadaan mereka tidak dapat memberikan nilai tambah positif kepada sebuah tim. Lamar Odom, misalnya, tahun lalu tidak menyelesaikan kontraknya dengan Dallas Mavericks karena perkelahian dengan sesama anggota tim dan mungkin saja berpengaruh dalam tereliminasinya Mavs dari ronde pertama play-off.

Kemampuan bermain bukan segalanya namun apakah seseorang mampu menjadi tambahan kekuatan bagi tim melalui sikap dan perilakunya, itulah pelajaran pertama yang bisa dipetik dari Kevin Garnett yang tengah memasuki tahun ke-18 sebagai pemain basket profesional

And the man said

“The things that I know have been over the course over a couple decades. I’ve understood actually how to play this game, understood my role at this point of my career. A lot of the things are just how hard I’m doing it. I talk very loud. I’m continuous with some of the things that I do. But the things that I know are through experience. Trying to give that to a younger guy or somebody who hasn’t played in the league that long is difficult at times, but I try to lead by example. Anybody that’s looking to learn, I’m always open to teach. Nobody said this was going to be easy. Sometimes the darker days and your harder days are some of the most obvious days. It shows you who’s with you, who’s willing to fight, who’s willing to be in the hole with you, so this is showing a lot.” – KG, 2012

Sumber: CSSNE, Yahoo! Sports, Greenstreet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: